UNSUR-UNSUR INSTRINSIK “BUNYI BEL MISTERIUS”

 1.   TEMA                : Peristiwa yang menakutkan

2.   LATAR             :

a.       Tempat          : di ruang tamu, di kamar tidur dan di                              tempat saklar bel (di luar pagar)

b.          Waktu           : malam hari dan pagi hari

3.   ALUR                  : campuran

Alur mundur       : paragraf ke 2

4.   TOKOH / PENOKOHAN :

Tokoh utama   :

Asep : pemberani, bijaksana dan penyayangTokoh pembantu :

Adin            : panakut dan manja

Bi inah        : baik dan keibuan

Papa                     : perhatian dan cerdas

   SUDUT PANDANG/POINT OF VIEW :

Sebagai orang ketiga dalam cerpen

6.   AMANAT :

  • Kita tidak boleh takut dengan sesuatu yang tidak pasti dan kita hanya boleh takut pada allah
  • Kita tidak boleh menduga orang lain yang melakukan perbuatannya, apabila tidak ada faktanya
  • Dalam keadaan apapun kita harus slalu berfikir positif
  • Kita harus menjadi anak yang pemberani dan tidak manja

7.   GAYA BAHASA:

    1. Enumerasio

Contohnya : paragraf ke 1 kalimat ke 1

“Pagi ini udara cukup dingin, karena semalam hujan deras”

  1. Metonimia

Contohnya : paragraf ke 3 kalimat ke 3

“Aseppun mengira bahwa yang memencet bel adalah gilang temannya yang sudah meninggal”

  1. Pleonasme

Contohnya : paragraf ke 1 kalimat ke 3

“mereka hanya di temani Bi Inah karena  Papa dan mama sedang pergi ke luar rumah menengok nenek”

   BUNYI BEL MISTERIUS

Pagi ini udara cukup dingin, karena semalam hujan deras. Walaupun waktu telah menunjukkan pukul 5 pagi Asep dan adiknya (Adin) masih menggeliat malas di balik selimut. Mereka hanya di temani Bi Inah karena  Papa dan mama sedang pergi ke luar rumah menengok nenek.

Semalaman mereka tidak bisa tidur karena sekitar pukul sembilan malam , bel rumah berbunyi. Mereka pikir papa dan mama yang datang. Namun ketika bi inah keluar tidak ada siapa-siapa.

Sekitar lima menit kemudian bel kembali berbunyi lagi kali ini suasananya lebih menakutkan soalnya hampir berbarengan dengan suara petir. Adinpun menjerit ketakutan karena tidak tega melihat adin,  asep memberanikan diri untuk keluar rumah tetapi, tidak ada siapa-siapa. Aseppun mengira bahwa yang memencet bel adalah gilang temannya yang sudah meninggal karena takut adin dan bi inah langsung berhamburan masuk kamar tidur dan membiarkan bel itu terus berbunyi.

Tak lama mereka mengingat kejadian semalam, bel rumah langsung berbunyi adin dan asep menduga yang datang adalah mama dan papa. Ternyata benar, mereka langsung menyambut kedatangan mama dan papa. Merekapun menceritakan semua yang terjadi semalam.

Setelah mendengar cerita asep dan adin papa tersenyum, lantas  mengajak asep dan adin membuka saklar bel yang ada di luar pagar dan menjelaskan bahwa sakelar tidak dapat terkena air.

Akhirnya supaya tidak ada bunyi bel misterius lagi di saat hujan papa memberi isolasi pada sakelar bel.

by : icha pajrisa dwi putri

About these ads

About ichapajrisadwiputri

an ordinary people who always do the extraordinary things. :)

One response »

  1. ruswanto says:

    kurang lengkap
    tidak ada kaitannnya dengan kehidupan sehari-hari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s